DESA DI ATAS AWAN

Kunjungan Dinas PMD Prov Sultra di Desa Paruttellang dalam Rangka Monitoring Status Desa

NGAPA TUJUAN WISATA

Ngapa juga Dikenal dengan Potensi Sumber Daya Alamanya yang Lestari, Seperti Sungai-Sungai Arus Desa, Menjadi Wisata Akhir Pekan

PERKAMPUNGAN YANG MASIH NATURAL

Dengan Desa-Desa di Pesisir dan Dataran Tinggi, Masih Dijumpai Perkampungan yang Masih Natural

KETAHANAN PANGAN

Perikanan Ikan Nila Sari Desa Nimbuneha

OJT JURNALIS DESA SE KECAMATAN NGAPA TENTANG BLOGSPOT

Mengabarkan Desa Membangun Negeri

Selamat Datang di Literasi Pembangunan Desa Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara

Selasa, 02 Juni 2026

Struktur Redaksi WebBlogSpot TPP Ngapa

  STRUKTUR REDAKSI WEBBLOG TPP NGAPA

Penaggung Jawab

:

Junaidi

Pimpinan Redaksi

:

Rusmin, ST

Staf Redaksi

:

Muh. Idris

 

KONTRIBUTOR

1. Muh. Afdal Syam

2. Sulfi

3. Mastang

4. Ansar

5. A. Vika Wahyuni

6. Wawan Darmawan

7. Habibi

8. Nurul Imana, S.Ip

9. Sri Wahyuni R

10. Nursani

11. A. Chaerul Kalam


Sabtu, 23 Mei 2026

Pendamping Desa Fasilitasi Training Jurnalis Desa se-Kecamatan Ngapa

Ngapa, Kolaka Utara_ Dalam upaya meningkatkan kapasitas komunikasi dan keterampilan dokumentasi bagi para jurnalis desa, pendamping desa Kecamatan Ngapa memfasilitasi pelaksanaan Training Jurnalis Desa yang diikuti peserta dari seluruh desa di kecamatan tersebut. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari di Balai serbaguna Desa Puurau dengan menghadirkan narasumber profesional dan tenaga pendamping berpengalaman.

Training ini bertujuan membekali para jurnalis desa dengan keterampilan membuat blogspot, menulis berita, pengambilan foto, hingga pembuatan konten digital yang dapat digunakan untuk publikasi di media sosial desa maupun platform online pemerintah. Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya etika jurnalistik, akurasi informasi, dan teknik wawancara yang efektif.

Pendamping desa selaku fasilitator bertanggung jawab dalam koordinasi peserta, penyampaian materi, serta pendampingan praktik langsung. “Kami ingin setiap jurnalis desa mampu membuat danmenyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung transparansi dan partisipasi warga dalam pembangunan desa,” ujar Junaidi, SE/Rusmin, ST Pendamping desa Kecamatan Ngapa.

Kegiatan ini diikuti peserta dari seluruh desa di Kecamatan Ngapa, Setiap peserta diberi kesempatan untuk praktik langsung membuat blogspot menyusun berita, mengambil foto dokumentasi kegiatan desa, serta mempublikasikan hasilnya di media digital desa.

Salah seorang peserta, NURUL IMANA, S.A.P menyatakan, “Pelatihan ini sangat membantu kami memahami bagaimana menyusun berita yang menarik dan informatif. Kami juga belajar teknik pengambilan foto yang tepat sehingga berita lebih hidup dan mudah dipahami.”

Dengan terselenggaranya training ini, diharapkan kualitas informasi dan publikasi di desa-desa se-Kecamatan Ngapa meningkat, mendorong transparansi pemerintahan desa, dan menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan lokal.

Pelatihan jurnalis desa yang difasilitasi pendamping desa menjadi langkah strategis dalam memperkuat komunikasi, dokumentasi, dan publikasi kegiatan desa, sekaligus meningkatkan kapasitas warga dalam mendukung pembangunan yang lebih transparan dan partisipatif.

Oleh: TPP Kecamatan Ngapa 

Tenaga Pendamping Profesional Kementerian Desa Kecamatan Ngapa Fasilitasi Pelaksanaan On The Job Training Kader Pembangunan Manusia (KPM) untuk Pendataan dan Penginputan Aplikasi eHDW 2026

Ngapa, Kolaka Utara – TPP Kecamatan Ngapa Fasilitasi Penyelenggaraan Kegiatan On The Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) dengan fokus pada pendataan dan penginputan data ke dalam aplikasi eHDW 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi KPM dalam melakukan pendataan, pengelolaan data, serta penginputan informasi pembangunan manusia di tingkat desa.

Kegiatan OJT dibuka secara resmi oleh Agus Mahmud, S.Ag, Sekretaris Camat Ngapa, didampingi para Kepala Seksi lingkup pemerintahan Kecamatan Ngapa. Turut hadir tenaga ahli P3MD Kabupaten Kolaka Utara, yang memberikan bimbingan teknis kepada para peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta, yaitu dua utusan dari masing-masing 11 desa di Kecamatan Ngapa. Dalam OJT, terdapat tiga hal yang menjadi fokus utama dan harus dikuasai oleh setiap peserta:

- Pendataan manual, menggunakan dokumen format data yang mencakup lima sasaran utama.

- Pendataan berbasis file Excel ke dalam laptop, di mana setiap KPM harus mampu melakukan pengimputan data dari format manual ke format Excel sesuai panduan.

- Pengimputan / upload data dari file Excel ke dalam aplikasi eHDW 2026.

Pada sesi terakhir, dilakukan evaluasi kemampuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua peserta (22 KPM) telah mampu melakukan ketiga hal tersebut dengan baik. Meskipun progres eHDW Kecamatan Ngapa pada Triwulan I 2026 masih tergolong minim, melalui OJT ini diharapkan peningkatan progres akan terlihat pada Triwulan II 2026. Berdasarkan catatan sistem, progres eHDW Kecamatan Ngapa mencapai 45,49%, meskipun pencatatan ini tidak terjadi secara instan selama kegiatan, melainkan mulai terlihat setelah rekap data di aplikasi pada hari berikutnya.


Agus Mahmud, S.Ag menekankan pentingnya keterampilan ini bagi KPM. “Pendataan yang akurat dan penginputan data yang tepat waktu merupakan fondasi bagi program pembangunan manusia di desa. Dengan kemampuan ini, KPM dapat berperan efektif dalam memastikan data pembangunan manusia selalu terbarui dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan,” ujarnya.

Pelaksanaan OJT KPM di Kecamatan Ngapa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kader desa dalam pengelolaan data pembangunan manusia, memperkuat ketepatan dan akurasi pendataan, serta memastikan aplikasi eHDW menjadi alat efektif dalam monitoring dan evaluasi program pembangunan manusia di desa.

Oleh: TPP Kecamatan Ngapa 

Senin, 13 April 2026

Kegiatan Pemeringkatan BUMDes Kecamatan Ngapa

Oleh : TPP Kecamatan Ngapa


Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui kegiatan pemeringkatan BUMDes. Kegiatan ini diikuti oleh empat BUMDes yaitu BUMDes Desa Beringin, BUMDes Desa Padaelo, BUMDes Desa Koreiha, dan BUMDes Desa Tadaumera.

Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kinerja, tata kelola, serta inovasi usaha yang dikembangkan oleh masing-masing BUMDes sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal. Pemeringkatan ini juga menjadi sarana evaluasi sekaligus motivasi bagi pengelola BUMDes untuk terus meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan usaha.

Dalam pelaksanaan kegiatan ada beberapa aspek yang dinilai meliputi:

  1. Kelembagaan dan Tata Kelola
  2. Kinerja Usaha dan Profitabilitas
  3. Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes)
  4. Inovasi dan Pengembangan Usaha
  5. Dampak Sosial bagi Masyarakat

Koordinator Tenaga Pendampingan Profesional Kecamatan Ngapa (Junaidi, SE) dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan pemeringkatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi momentum pembelajaran bersama. Ia menegaskan bahwa BUMDes harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu:

  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan BUMDes
  • Mendorong inovasi usaha berbasis potensi lokal
  • Memperkuat kolaborasi antar desa
  • Menjadi dasar pembinaan dan pendampingan ke depan

Hasil pemeringkatan akan menjadi acuan bagi pemerintah kecamatan dan kabupaten dalam memberikan pembinaan serta dukungan lanjutan, termasuk akses permodalan, pelatihan manajemen, dan pengembangan jaringan usaha.

Kesimpulan

Pemeringkatan BUMDes Kecamatan Ngapa merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran ekonomi desa secara berkelanjutan. Dengan adanya evaluasi menyeluruh dan kompetisi yang sehat, diharapkan BUMDes di Desa Beringin, Padaelo, Koreiha, dan Tadaumera mampu terus berkembang, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Sabtu, 08 November 2025

BUMDes Sejahtera Bersama Beringin Siap Jadi Role Mode Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok

Desa Beringin, Kecamatan Ngapa, mengembangkan inovasi perikanan modern berbasis bioflok sebagai wujud nyata program ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan profesional BUMDes.

 


Desa Beringin, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara —

Pemerintah Desa Beringin menunjukkan keseriusannya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui pengembangan budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Program inovatif ini sepenuhnya dikelola oleh BUMDes Sejahtera Bersama Beringin, di bawah kepemimpinan Helmiko Idris, S.E., dan merupakan bagian dari implementasi Dana Desa Tahun Anggaran 2025, yang mengalokasikan minimal 20 persen untuk kegiatan ketahanan pangan dan hewani sesuai regulasi terbaru Kementerian Desa PDTT.

Langkah strategis ini tidak hanya memperkuat ketersediaan sumber protein hewani, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam membangun ekonomi produktif desa yang efisien, modern, dan berkelanjutan. Melalui tata kelola profesional BUMDes, seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai standar teknis budidaya ikan air tawar dan prinsip akuntabilitas pengelolaan Dana Desa.

Dari Rapat Ketahanan Pangan hingga Musyawarah Desa

Rencana pengembangan ini berawal dari Rapat Ketahanan Pangan Desa pada awal tahun 2025, yang menetapkan subsektor perikanan sebagai fokus utama. Keputusan tersebut kemudian diperkuat melalui Musyawarah Desa lanjutan yang dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Ngapa, BPD, Pendamping Desa (PD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pengurus BUMDes.

Dalam forum itu, para peserta menyepakati alokasi Dana Desa, perencanaan teknis kolam bioflok, dan standar operasional pelaksanaan program secara terukur, terbuka, dan sesuai prinsip transparansi publik.

Kepala Desa Beringin, H. Abdul Rahman, menjelaskan:

“Program ini menargetkan pemenuhan kebutuhan pangan hewani sekaligus membuka ruang ekonomi baru yang mandiri. Pengelolaan sepenuhnya oleh BUMDes menjamin profesionalitas, efisiensi, dan kepatuhan terhadap regulasi tahun 2025.”



Empat Kolam Bioflok Dikelola BUMDes

BUMDes Sejahtera Bersama Beringin mengelola empat kolam bioflok dengan sistem aerasi 24 jam yang memastikan suplai oksigen optimal dan menjaga kestabilan air. Seluruh proses pembangunan dilakukan secara mandiri oleh tim BUMDes — mulai dari pembuatan rangka, pemasangan terpal HDPE, hingga instalasi aerator.

Helmiko Idris, S.E., selaku Direktur BUMDes, menjelaskan bahwa pihaknya mengutamakan efisiensi dan ketepatan spesifikasi teknis.

“Seluruh tahapan kami kendalikan langsung agar efisien, sesuai desain, dan mudah dirawat. Kami ingin BUMDes menjadi contoh pengelolaan budidaya modern berbasis desa,” ujarnya.

Pelatihan Teknis di Penangkaran Ikan Nila Sidrap, Sulawesi Selatan

Sebelum tahap budidaya dimulai, tim BUMDes menjalani pelatihan teknis intensif di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, di penangkaran ikan nila bersertifikat nasional yang telah terbukti sukses menerapkan sistem bioflok dengan tingkat kelangsungan hidup lebih dari 90 persen.

Materi pelatihan meliputi:

  • Teknik inokulasi dan pembentukan flok mikroba
  • Pengelolaan kualitas air berbasis mikrobiologi
  • Efisiensi pemberian pakan dan manajemen pH
  • Pencegahan penyakit dan sanitasi kolam

“Pelatihan di Sidrap memberi kami pemahaman mendalam tentang praktik terbaik bioflok. Kami belajar langsung dari unit penangkaran yang sudah tersertifikasi dan terbukti sukses,” jelas Helmiko Idris, S.E.

Tahap Penebaran dan Budidaya

Setelah sistem kolam dinyatakan siap, BUMDes menebar 1.100 benih ikan nila bersertifikat di setiap kolam, dengan total 4.400 ekor. Benih diperoleh dari penangkar resmi di Sidrap untuk menjamin mutu dan daya tahan ikan.

Sebelum penebaran, dilakukan aklimatisasi air agar suhu dan pH sesuai standar ideal. Sistem bioflok memungkinkan ikan memanfaatkan mikroba sebagai pakan alami tambahan, sehingga biaya pakan buatan dapat ditekan hingga 30 persen tanpa mengurangi produktivitas panen.

“Teknologi bioflok menjadikan budidaya lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi,” tambah Helmiko.



Transparansi dan Akuntabilitas Dana Desa

Program ini menjadi contoh penerapan prinsip transparansi dalam pengelolaan Dana Desa tahun 2025, yang menekankan ketahanan pangan berbasis BUMDes dan inovasi teknologi perikanan.

H. Abdul Rahman, Kepala Desa Beringin, menegaskan:

“Setiap rupiah dari Dana Desa harus berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Kami ingin Beringin menjadi role model dalam tata kelola desa yang bersih, produktif, dan inovatif.”

Penutup

Dengan penerapan teknologi bioflok dan manajemen profesional BUMDes Sejahtera Bersama Beringin, Desa Beringin siap menempatkan diri sebagai role mode budidaya ikan nila modern di kabupaten Kolaka Utara khususnya kecamatan Ngapa

Program ini memperkuat ketahanan pangan, mendorong inovasi lokal, dan menunjukkan bahwa sinergi pemerintah desa, lembaga ekonomi desa, dan pendamping teknis mampu mengubah potensi desa menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Penulis     : TPP Kecamatan Ngapa
Editor       :  Redaksi TPP Kecamatan Ngapa
Sumber    :  Pemerintah Desa Beringin


Desa Ngapa Kembangkan Jagung Manis untuk Wujudkan Kemandirian Pangan

Pemerintah Desa Ngapa bersama BUMDes Usaha Bersama dan kelompok tani memperkuat ketahanan pangan dengan dukungan lintas lembaga dan pendamping desa.
 



Ngapa, Kolaka Utara — 6 November 2025

Pemerintah Desa Ngapa, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, melaksanakan program ketahanan pangan berbasis jagung manis sebagai langkah nyata untuk mewujudkan kemandirian pangan masyarakat desa. Kegiatan tanam perdana dihadiri oleh Kepala Desa Ngapa, H.Supriadi, S.Ap., bersama pemerintah kecamatan, Kapolsek Ngapa, Babinkamtibmas, penyuluh pertanian, aparatur desa, anggota BPD, BUMDes Usaha Bersama, serta pendamping desa (PD) dan pendamping lokal desa (PLD).

Dalam sambutannya, Kepala Desa H.Supriadi, S.AP. menegaskan bahwa pengembangan jagung manis menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan warga.

“Kami ingin Desa Ngapa menjadi contoh kemandirian pangan. Jagung manis ini tidak hanya untuk konsumsi, tapi juga peluang ekonomi yang dikelola bersama kelompok tani dan BUMDes Usaha Bersama,” ujar H.Supriadi, S.Ap.

Program ini melibatkan kelompok tani dan pengelolaan pascapanen oleh BUMDes Usaha Bersama. Pemerintah desa bekerja sama dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dalam pendampingan teknis mulai dari pengolahan lahan hingga perawatan tanaman, sehingga proses budidaya dapat berjalan sesuai standar pertanian berkelanjutan.

Pemerintah Kecamatan Ngapa yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah sinergis pemerintah desa dan masyarakat.

“Program seperti ini memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga. Pemerintah kecamatan mendukung penuh agar hasil jagung manis Desa Ngapa menjadi komoditas unggulan daerah,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Kapolsek Ngapa dan Babinkamtibmas, yang menilai kegiatan pertanian produktif mampu memperkuat stabilitas sosial di tingkat desa.

“Pertanian adalah fondasi sosial yang menumbuhkan rasa aman dan kebersamaan antarwarga,” kata Kapolsek.

Penyuluh pertanian menjelaskan bahwa jagung manis memiliki prospek tinggi karena dapat dipanen dalam waktu singkat dengan hasil stabil.

“Antusiasme warga luar biasa. Pola tanam dan perawatan yang diterapkan di Desa Ngapa sudah sesuai rekomendasi teknis, sehingga hasil panen diperkirakan maksimal,” ujarnya.

Pendamping Lokal Desa (PLD) turut memberikan pernyataan mengenai pentingnya kolaborasi antar unsur desa untuk memastikan program berjalan konsisten.

“Pendampingan kami fokus pada penguatan perencanaan, monitoring kegiatan, dan akuntabilitas pelaksanaan. Keberhasilan program ini menunjukkan sinergi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan BUMDes sudah berjalan efektif,” jelas PLD yang turut mendampingi kegiatan tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota BPD dan pendamping desa (PD) yang meninjau pelaksanaan kegiatan sekaligus memastikan aspek administratif dan keberlanjutan program.

Salah satu anggota kelompok tani,  mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam program ini.

“Kami senang bisa menanam dan belajar bersama penyuluh. Hasilnya nanti akan dikelola BUMDes, jadi manfaatnya langsung dirasakan warga,” katanya.



Menutup kegiatan, Kepala Desa Supriadi, S.Ap. menegaskan bahwa Pemerintah Desa Ngapa akan melanjutkan program ketahanan pangan dengan memperkuat rantai pengolahan hasil panen di bawah pengelolaan BUMDes Usaha Bersama.

“Ke depan, kami ingin hasil jagung manis dikelola lebih baik agar memberikan nilai tambah bagi warga. Ketahanan pangan bukan hanya soal menanam, tapi juga bagaimana hasilnya berdampak nyata pada ekonomi keluarga,” ujarnya.

Dengan kolaborasi lintas lembaga dan dukungan masyarakat, Desa Ngapa menegaskan posisinya sebagai desa tangguh pangan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Senin, 27 Oktober 2025

Tak Ada Balita Kurang Gizi! Desa Nimbuneha Tunjukkan Cara Efektif Cegah Stunting

 


Desa Nimbuneha, Kecamatan Ngapa, mencatat pencapaian membanggakan pada tahun 2025. Seluruh balita di desa ini kini tercatat dalam kategori gizi normal. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja terpadu antara Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer), Bidan Desa, dan Perawat Desa, dengan dukungan pemantauan serta koordinasi dari Satgas Stunting Kecamatan Ngapa.

Prestasi ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan Rembuk Stunting Desa Nimbuneha yang digelar di Balai Kemasyarakatan Desa. Acara tersebut berfungsi sebagai forum evaluasi tahunan sekaligus penguatan strategi pencegahan stunting di tingkat desa.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Ibu Safitri Handayani, S.E., bersama Sekretaris Desa, Aparat Desa Lainnya, BPD, Pendamping Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan dari Puskesmas Ngapa.

Kader dan Tenaga Kesehatan, Garda Terdepan Pencegahan Stunting

Capaian ini tidak terlepas dari pendampingan intensif yang dilakukan di tingkat keluarga. KPM dan kader Posyandu ILP secara rutin melakukan kunjungan rumah untuk memantau pertumbuhan balita serta memberikan edukasi gizi kepada ibu hamil.

Bidan Desa dan Perawat Desa turut berperan melalui intervensi medis, pemberian suplemen gizi, dan pengawasan tumbuh kembang balita berbasis data digital Posyandu ILP.

Desa Bebas Gizi Buruk di Nimbuneha bukan terjadi secara kebetulan. Ini buah dari kerja konsisten seluruh kader dan tenaga kesehatan yang menempatkan kesejahteraan anak sebagai prioritas, ujar Kepala Desa.


 

Program Unggulan yang Mendukung dalam kategori gizi normal

Pemerintah Desa Nimbuneha menyalurkan dukungan Dana Desa untuk memperkuat berbagai program unggulan, di antaranya:

  • Posyandu ILP berbasis data digital,
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil,
  • Penyuluhan gizi seimbang dan sanitasi keluarga,
  • Kunjungan rumah oleh KPM, Bidan Desa, dan Perawat Desa,
  • Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di setiap dusun

Setiap kegiatan dirancang agar intervensi gizi dan layanan kesehatan menjangkau seluruh keluarga yang membutuhkan, dengan fokus pada pemantauan tumbuh kembang balita dan ibu hamil secara berkelanjutan.


Evaluasi dan Komitmen Berkelanjutan

Dalam forum Rembuk Stunting, data terbaru dari Posyandu ILP menunjukkan bahwa seluruh balita di Desa Nimbuneha berada dalam kategori gizi normal.


Satgas Stunting Kecamatan Ngapa menekankan pentingnya menjaga konsistensi pemantauan, validasi data, serta intervensi berkesinambungan agar capaian ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan
.

Kepala Desa menutup kegiatan dengan menegaskan komitmen bersama:

Keberhasilan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara kader desa, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Predikat Desa Bebas Gizi Buruk bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari kerja kolektif masyarakat Desa Nimbuneha.