PIMPINAN REDAKSI BLOGSPOT TPP KECAMATAN NGAPA

Menyuarakan Fakta, Menjaga Kepercayaan

DESA DI ATAS AWAN

Kunjungan Dinas PMD Prov Sultra di Desa Paruttellang dalam Rangka Monitoring Status Desa

PERKAMPUNGAN YANG MASIH NATURAL

Dengan Desa-Desa di Pesisir dan Dataran Tinggi, Masih Dijumpai Perkampungan yang Masih Natural

KOLAM TAMBAK IKAN NILA SARI DESA NIMBUNEHA

Kita Wujudkan Kemandirian Pangan di Mulai Dari Desa

OJT JURNALIS DESA SE KECAMATAN NGAPA TENTANG BLOGSPOT

Mengabarkan Desa Membangun Negeri

POSYANDU KELILING PUSKEMAS LAPAI

Dengan Pendataan, Pemantauna dan Intervensi yang Benar Program Percepatan Penurunan Stunting Tercapai

PEMBANGUNAN RABAT BETON DESA KOREIHA

Transfortasi yang Lancar Mendukung Peningkatan Perekonomian Masyarakat

Selamat Datang di Literasi Pembangunan Desa Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara
Tampilkan postingan dengan label Stunting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stunting. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Mei 2026

Tenaga Pendamping Profesional Kementerian Desa Kecamatan Ngapa Fasilitasi Pelaksanaan On The Job Training Kader Pembangunan Manusia (KPM) untuk Pendataan dan Penginputan Aplikasi eHDW 2026

Ngapa, Kolaka Utara – TPP Kecamatan Ngapa Fasilitasi Penyelenggaraan Kegiatan On The Job Training (OJT) Kader Pembangunan Manusia (KPM) dengan fokus pada pendataan dan penginputan data ke dalam aplikasi eHDW 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi KPM dalam melakukan pendataan, pengelolaan data, serta penginputan informasi pembangunan manusia di tingkat desa.

Kegiatan OJT dibuka secara resmi oleh Agus Mahmud, S.Ag, Sekretaris Camat Ngapa, didampingi para Kepala Seksi lingkup pemerintahan Kecamatan Ngapa. Turut hadir tenaga ahli P3MD Kabupaten Kolaka Utara, yang memberikan bimbingan teknis kepada para peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta, yaitu dua utusan dari masing-masing 11 desa di Kecamatan Ngapa. Dalam OJT, terdapat tiga hal yang menjadi fokus utama dan harus dikuasai oleh setiap peserta:

- Pendataan manual, menggunakan dokumen format data yang mencakup lima sasaran utama.

- Pendataan berbasis file Excel ke dalam laptop, di mana setiap KPM harus mampu melakukan pengimputan data dari format manual ke format Excel sesuai panduan.

- Pengimputan / upload data dari file Excel ke dalam aplikasi eHDW 2026.

Pada sesi terakhir, dilakukan evaluasi kemampuan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua peserta (22 KPM) telah mampu melakukan ketiga hal tersebut dengan baik. Meskipun progres eHDW Kecamatan Ngapa pada Triwulan I 2026 masih tergolong minim, melalui OJT ini diharapkan peningkatan progres akan terlihat pada Triwulan II 2026. Berdasarkan catatan sistem, progres eHDW Kecamatan Ngapa mencapai 45,49%, meskipun pencatatan ini tidak terjadi secara instan selama kegiatan, melainkan mulai terlihat setelah rekap data di aplikasi pada hari berikutnya.


Agus Mahmud, S.Ag menekankan pentingnya keterampilan ini bagi KPM. “Pendataan yang akurat dan penginputan data yang tepat waktu merupakan fondasi bagi program pembangunan manusia di desa. Dengan kemampuan ini, KPM dapat berperan efektif dalam memastikan data pembangunan manusia selalu terbarui dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan,” ujarnya.

Pelaksanaan OJT KPM di Kecamatan Ngapa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kader desa dalam pengelolaan data pembangunan manusia, memperkuat ketepatan dan akurasi pendataan, serta memastikan aplikasi eHDW menjadi alat efektif dalam monitoring dan evaluasi program pembangunan manusia di desa.

Oleh: TPP Kecamatan Ngapa 

Senin, 27 Oktober 2025

Tak Ada Balita Kurang Gizi! Desa Nimbuneha Tunjukkan Cara Efektif Cegah Stunting

 


Desa Nimbuneha, Kecamatan Ngapa, mencatat pencapaian membanggakan pada tahun 2025. Seluruh balita di desa ini kini tercatat dalam kategori gizi normal. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja terpadu antara Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer), Bidan Desa, dan Perawat Desa, dengan dukungan pemantauan serta koordinasi dari Satgas Stunting Kecamatan Ngapa.

Prestasi ini menjadi sorotan utama dalam kegiatan Rembuk Stunting Desa Nimbuneha yang digelar di Balai Kemasyarakatan Desa. Acara tersebut berfungsi sebagai forum evaluasi tahunan sekaligus penguatan strategi pencegahan stunting di tingkat desa.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Ibu Safitri Handayani, S.E., bersama Sekretaris Desa, Aparat Desa Lainnya, BPD, Pendamping Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan dari Puskesmas Ngapa.

Kader dan Tenaga Kesehatan, Garda Terdepan Pencegahan Stunting

Capaian ini tidak terlepas dari pendampingan intensif yang dilakukan di tingkat keluarga. KPM dan kader Posyandu ILP secara rutin melakukan kunjungan rumah untuk memantau pertumbuhan balita serta memberikan edukasi gizi kepada ibu hamil.

Bidan Desa dan Perawat Desa turut berperan melalui intervensi medis, pemberian suplemen gizi, dan pengawasan tumbuh kembang balita berbasis data digital Posyandu ILP.

Desa Bebas Gizi Buruk di Nimbuneha bukan terjadi secara kebetulan. Ini buah dari kerja konsisten seluruh kader dan tenaga kesehatan yang menempatkan kesejahteraan anak sebagai prioritas, ujar Kepala Desa.


 

Program Unggulan yang Mendukung dalam kategori gizi normal

Pemerintah Desa Nimbuneha menyalurkan dukungan Dana Desa untuk memperkuat berbagai program unggulan, di antaranya:

  • Posyandu ILP berbasis data digital,
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil,
  • Penyuluhan gizi seimbang dan sanitasi keluarga,
  • Kunjungan rumah oleh KPM, Bidan Desa, dan Perawat Desa,
  • Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di setiap dusun

Setiap kegiatan dirancang agar intervensi gizi dan layanan kesehatan menjangkau seluruh keluarga yang membutuhkan, dengan fokus pada pemantauan tumbuh kembang balita dan ibu hamil secara berkelanjutan.


Evaluasi dan Komitmen Berkelanjutan

Dalam forum Rembuk Stunting, data terbaru dari Posyandu ILP menunjukkan bahwa seluruh balita di Desa Nimbuneha berada dalam kategori gizi normal.


Satgas Stunting Kecamatan Ngapa menekankan pentingnya menjaga konsistensi pemantauan, validasi data, serta intervensi berkesinambungan agar capaian ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan
.

Kepala Desa menutup kegiatan dengan menegaskan komitmen bersama:

Keberhasilan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara kader desa, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat. Predikat Desa Bebas Gizi Buruk bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata dari kerja kolektif masyarakat Desa Nimbuneha.

Desa Padaelo Capai Zero Stunting, Kader dan Posyandu ILP Jadi Garda Terdepan Pencegahan



Desa Padaelo, Kecamatan Ngapa, Desa Padaelo berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan capaian Zero Stunting pada tahun 2025. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor di tingkat desa, terutama Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu ILP, serta tenaga kesehatan seperti Bidan Desa dan Perawat Desa, yang secara aktif melakukan pendampingan dan pemantauan keluarga berisiko stunting.

 

Kegiatan Rembuk Stunting Desa Padaelo Tahun 2025 digelar di Balai Kemasyarakatan Desa Padaelo sebagai bentuk evaluasi dan komitmen berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa, Sekretaris Desa, BPD, Pendamping Desa, KPM, Kader Posyandu ILP, Bidan, Perawat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Satgas Stunting Kecamatan Ngapa dan perwakilan Puskesmas Ngapa.

 

Sinergi Kader dan Tenaga Kesehatan Wujudkan Zero Stunting

 

Kepala Desa Padaelo menyampaikan bahwa capaian Zero Stunting merupakan hasil dari sinergi nyata antara kader, tenaga kesehatan, dan dukungan penuh Pemerintah Desa melalui alokasi Dana Desa bidang kesehatan.

 

“Keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Setiap bulan kami lakukan pemantauan tumbuh kembang balita, pendampingan gizi keluarga, dan edukasi ibu hamil secara konsisten,” ujarnya.

 

Pemerintah Desa Padaelo terus mengalokasikan anggaran untuk mendukung kegiatan seperti:
 

  • Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) berbasis data real time
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil
  • Penyuluhan gizi seimbang dan sanitasi keluarga
  • Kunjungan rumah oleh KPM dan bidan, serta
  • Pembinaan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di setiap dusun.
  • Rembuk Stunting: Evaluasi, Konsolidasi, dan Komitmen

Rembuk Stunting menjadi momentum penting bagi Desa Padaelo dalam meninjau hasil program dan memperkuat langkah pencegahan.

Dalam forum tersebut, Bidan Desa memaparkan hasil timbang dan ukur balita melalui Posyandu ILP, yang menunjukkan seluruh anak berada dalam kategori gizi normal.

KPM Desa Padaelo juga melaporkan integrasi kegiatan pemantauan 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), edukasi gizi keluarga, serta pemanfaatan aplikasi e-HDW untuk memperbarui data balita dan ibu hamil secara digital.

 

Sementara itu, Satgas Stunting Kecamatan Ngapa menegaskan pentingnya konsistensi pemantauan dan validasi data di lapangan.

 

“Capaian Zero Stunting ini harus dijaga dengan disiplin. Kami dari Satgas Kecamatan akan terus mendampingi desa agar hasil ini berkelanjutan,” ujar salah satu perwakilan Satgas.

 


Konsistensi dan Keteladanan Desa Padaelo

“Desa Padaelo tidak hanya bebas stunting, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kerja nyata kader dan tenaga kesehatan bisa mengubah kualitas hidup masyarakat,” tegas Kepala Desa Padaelo.

 

Dengan sinergi Posyandu ILP, KPM, tenaga kesehatan, dan dukungan Pemerintah Kecamatan, Desa Padaelo membuktikan bahwa pencegahan stunting bukan sekadar program, melainkan gerakan kolektif menuju generasi desa yang sehat, kuat, dan cerdas.